“Mengasah Pisau Ibrahim” Puisi Muhammad Sahli

 

 

Di hadapan-Mu kugelar tikar kesepian
Berharap Engkau menemaniku memenggal keangkuhan
Merobek-robek jantungku hingga tak bersisa darah
Sambil mengasah pisau yang tak mampu memotong selembar urat di leher Ismail

 

Engkaulah jantungku yang menyembur gairah
Saat kulempar hasratku jauh di balik debur qudrah iradah-Mu
Aku terus asah pisau Ibrahim
Memotong-motong kaki tangan, lidah dan kemaluan
Namun makin lebat bercabang-cabang

 

Aku berlari sejauh-jauhnya
Tiba-tiba Engkau tarik pundakku lalu terjatuh
Engkau makin tersenyum mesra
Meminjami pisau tajam Ibrahim tiba-tiba

 

Pamekasan, 10 Dzul Hijjah 1443 H / 10 Juli 2022

Bagikan ke :

Leave a Comment