Debu Jalanan : Puisi Untuk Muhammad Ulul Albab

 

 

Seperti debu jalanan yang diterbangkan angin
Belajar darinya yang tiba-tiba diasah basah embun
Sesaat menempel di daun-daun
Kemudian jatuh di comberan
Lalu menebal jadi gedung, masjid, tembok ruangan dan menara yang menjulang

 

Tegarlah sayang
Meski gertak senja mendiamkan jeritan doa
Isakmu adalah nyanyian jiwa
Bahwa Tuhan masih memberimu setangkai cinta

 

Biarlah barisan sandal dan kamar
Menjadi tauhid kesepian yang engkau tanam
Sebab hidup bukan seperti rumus matematika yang menghasilkan kepastian

 

Telah aku titip engkau pada Sang Pemilik Cinta
Dan tanah basah di bawah sejuk lambai pohon aksara
Adalah saksi kita yang paling mesra

 

Engkaulah debu itu
Sesekali menghiasi sujud rindu
Di hamparan sajadah waktu

 

Pasuruan, Rabu 13 Juli 2022 / 13 Dzul-Qo’dah 1443 H

 

Oleh : Muhammad Sahli

Bagikan ke :

Leave a Comment