Gerakan Dakwah Progresif, Tantangan Sekaligus Peluang Insan Ulul Albab

 

Kiai Sahli menerima piagam dari panitia Prospek (foto/Dhani)

 

Stidar.ac.id-Program Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Prospek) Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Raudlatul Iman (STIDAR) Gadu Barat Ganding Sumenep dibuka oleh Kiai Muhammad Sahli Hamid dihadiri Petinggi Stidar dan seluruh cama-cami di Hall Ibrahimi, Senin (08/08/2022)

 

Kiai Sahli yang juga diminta memberikan sambutan mengajak semua yang hadir untuk mewujudkan peradaban yang mengedepankan humanisme.

 

“Stidar dengan ikon kampus peradabannya hadir dengan serangkaian dakwah bilhal melalui ketajaman intelektual, kepekaan emosional, kedalaman spiritual dan keluhuran moral yang termaktub dalam mars yang baru saja disenandungkan. Untuk bisa mewujudkan hal tersebut harus memadukan dzikir dan pikir seperti yang terdapat di dalam Al-Qur’an. Nilai-nilai humanisme senantiasa menjadi ghiroh bersama dalam mewujudkan peradaban” tegasnya.

 

 

Di sisi lain, saat beliau menyampaikan materi menyinggung soal kerangka dakwah progresif yang akan menjadi gerakan dan arus utama dalam atmosfer pendidikan dan pengabdian pada masyarakat.

 

“Kunci utama memulai peradaban itu berangkat dari diri kita sendiri yang menampilkan kedamaian. Tidak mungkin melaksanakan itu, jika kita tidak memiliki kedamaian. Orang damai adalah orang yang sudah selesai dengan dirinya, sehingga merasa tanpa beban untuk mengajak orang lain. Ingat bahwa nada dasar Islam itu adalah damai dan cinta. Selanjutnya dakwah progresif itu adalah mencoba merubah pola ke arah yang lebih maju dengan berbagai macam kegiatan yang dapat memberikan manfaat untuk masyarakat. Seperti media online, enterpreneur, terapi, literasi, ekologis dll” tuturnya.

 

Intinya menurut beliau, bahwa dakwah progresif yang menjadi brand Stidar adalah bertumpu pada inovasi sesuai tuntutan global yang tentu akan menjadi tantangan sekaligus peluang bagi mahasiswa dan warga kampus STIDAR. (MSA)

Bagikan ke :

Leave a Comment