Pasca Idul Fitri 1444 H, Pimpinan Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Raudlatul Iman melakukan pertemuan setelah libur panjang, yang dihadiri Ketua Yayasan, Ketua Senat, Ketua Stidar dan unsur lain di lingkungan kampus seperti wakil ketua, LPM, LP3M dan Kaprodi.

Pertemuan yang ditempatkan di rumah makan Fried Chicken Top Margotop Ganding Menyikapi berbagai isu yang berkembang guna mendapat perhatian serius dari para petinggi kampus yang berada di Desa Gadu Barat Ganding Sumenep.

Ketua Senat selaku pengundang menyampaikan bahwa, Stidar saat ini dikepung dan terancam oleh perguruan tinggi besar yang punya jaringan dan organisasi yang solid.

“Stidar terancam oleh keberadaan perguruan tinggi besar yang gerakannya massif untuk menarik mahasiswa baru. Tetapi kita jangan merasa kecil hati, tetaplah yakin seraya ada upaya-upaya perbaikan manajemen dan langkah-langkah inovatif. Ini sesungguhnya yang ingin saya komunikasikan pada pertemuan ini” tegas Kiai Sitrul Arsy memberikan semangat. Kamis, 11 Mei 2023.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Stidar Kiai Junaidi meminta seluruh warga Stidar agar lebih profesional dalam mengelola Stidar.

“Tentu ini bagian dari tantangan sekaligus peluang kita untuk menata memperbaiki sistem pelayanan dengan pembagian tugas yang lebih profesional. Selain itu, dalam pertemuan dengan Bupati kemarin, bahwa Pemkab untuk yang akan datang menyediakan beasiswa 600 orang yang akan dibagi ke masing-masing kampus di Sumenep. Perlu kiranya ini disambut untuk memberikan motivasi kepada mahasiswa” terang alumnus Pascasarjana Stieken dan Unsuri itu.

Selanjutnya Ketua LP3M, Kiai Ainul Yaqin merespon agar Stidar lebih baik, kepangkatan dosen perlu ditingkatkan.

“Stidar untuk bisa bersaing dengan kampus lain, dosen perlu didorong untuk berkarya melakukan penelitian. Ini sangat berpengaruh pada kepangkatan dosen. Termasuk juga dosen NIDN perlu dikawal untuk bisa menaikkan kepangkatannya dan dibentuk petugas khusus yang menangani berkas dosen” harapnya.

Dalam pertemuan tersebut, merekomendasikan beberapa hal antara lain :
1. Pengelolaan Stidar lebih baik dengan menunjukkan brand
2. Rekrutmen mahasiswa baru makin solid
3. Penerbitan dan penandatanganan ijazah segera diselesaikan
4. Penyediaan beasiswa dan penggalian dana dari donatur dengan membangun jaringan dan komunikasi efektif
5. Pengurusan kepangkatan dosen yang ditangani oleh petugas khusus
6. File akreditasi diamankan untuk pedoman kegiatan akademik
7. Wisuda III bersamaan dengan Ulang Tahun Stidar
8. Badan usaha sangat diperlukan untuk menopang operasional pembiayaan
9. Rakor menindaklanjuti pelaksanaan akreditasi.

Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, pimpinan bersepakat untuk mengawal STIDAR menjadi kampus besar (great campus) yang maju dan bermartabat menata peradaban (civilization restoration), dapat dibanggakan masyarakat Madura dan Indonesia bahkan dunia.

Bagikan ke :

Leave a Comment