Oleh : Muhammad Sahli

Konsep yang bagus harus diikuti dengan pelaksanaan yang baik pula, tentunya dengan memperhitungkan kondisi, kemampuan dan kesanggupan yang ada. Ibarat sebuah bangunan, desain yang mapan oleh seorang arsitektur, mesti melihat bahan-bahan material dan ketersediaan budget. Demikian pula, ketika bangunan yang sudah berdiri kokoh, sejatinya harus ada perawatan dan penjagaan yang berkesinambungan, agar bangunan tersebut awet dan tidak keropos.

Visi Raudlatul Iman Maju dan Bermartabat adalah sebuah desain bangunan pendidikan modern dengan tidak meninggalkan ciri khasnya. Hal tersebut harus dimaknai sebagai mimpi dan langkah strategis yang akan dicapai dalam beberapa waktu ke depan. MAJU artinya terus bergerak dan berkembang mencapai tingkat peradaban yang tinggi, memberikan manfaat pada lingkungan, baik lahir maupun batin. BERMARTABAT bermakna memiliki harga diri, kedaulatan atau kemandirian, kehormatan yang mencerminkan derajat kewibawaan akademik yang diakui dan tidak bisa didikte oleh siapapun.

Sebagaimana juga visi STIDAR : Menjadi perguruan tinggi yang unggul dan berperadaban menuju masyarakat madani (ulul albab), yang juga melengkapi atau mendukung visi Raudlatul Iman secara umum. Sebab kata unggul itu hampir sama dengan kata maju, dan berperadaban juga hampir sama dengan bermartabat. Sekedar difahami, semua program di Raudlatul Iman, satu sama lain terintegrasi saling menopang untuk cita-cita bersama.

Bagaimana menjadi Raudlatul Iman yang maju dan bermartabat ?
tentu hal ini perlu saya jabarkan beberapa indikator kemajuan antara lain :
(1) Berpandangan dan berwawasan luas ke masa depan
(2) Mobilitas tinggi
(3) Penggunaan teknologi canggih (modern)
(4) Tersedianya sarana yang memadai
(5) Sumber dana yang jelas (ekonomi kuat)
(6) Membuka diri dengan hal baru (adaptasi / menerima perubahan)
(7) Pembagian tugas yang jelas
(8) Memiliki kebudayaan yang tinggi (kreatif dan inovatif)
(9) Kepedulian terhadap lingkungan (partisipasi sosial tinggi)
(10) Berpendidikan tinggi

Selanjutnya beberapa indikator bermartabat seperti uraian di bawah ini :
(1) Memiliki budi pekerti luhur
(2) Mampu menghormati orang lain penuh kasih sayang
(3) Memiliki keimanan dan ketakwaan yang kuat
(4) Menghargai perbedaan pendapat
(5) Mempunyai pendirian yang kuat dan pengendalian diri
(6) Memiliki sifat bersahaja tetapi hati dan pikirannya merdeka
(7) Menjaga sikap dan perbuatan (karakter yang kuat)
(8) Mengutamakan kepentingan sosial (kedamaian dan keadilan)
(9) Mengikuti aturan dan disiplin
(10) Mempunyai semangat dan kepekaan

Indikator-indikator seperti disebutkan di atas merupakan harapan yang ingin dicapai oleh Raudlatul Iman melalui serangkaian program dan kegiatan secara bertahap dan terfokus. Brand Raudlatul Iman sebagai Pesantren Ekoliterasi-Enterpreneur Berbasis Spiritual dan Kearifan Lokal adalah ghiroh dan pijakan agar program terarah dan jelas hasilnya. Target yang akan dicapai harus senantiasa mengacu dan bertumpu pada 7 PILAR yang disingkat SAHABAT (Spiritual, Aksi Nyata, Harmonis, Atraktif, Biaya, Akomodatif dan Tindak Lanjut).

Pilar pertama (Spiritual) : sebagai makhluk lemah dan hina, sudah semestinya membutuhkan Dzat Yang Maha Kuat dan Perkasa. Untuk itulah, warga Raudlatul Iman selalu bersandar kepada Sang Pencipta agar bisa mengaktualisasikan potensi keimanannya dan kualitas ketakwaannya dalam situasi apapun, bahkan terus memperdalam pengetahuan dalam segala aspek kehidupan. Kedua (Aksi Nyata) : setelah keimanan kuat, langkah selanjutnya adalah amal saleh. Islam sangat peduli agar manusia selalu SIGAP, GIGIH, dan totalitas dalam beramal. Ketiga (Harmonis) : hubungan harmonis menjadi tolak ukur keluasan ilmu dan kemantapan iman seseorang, sehingga ia mampu menjadi pribadi yang perfeks, apresiatif dan menggairahkan. Keempat (Atraktif) : berarti tidak hanya bermodal satu hal, tetapi melakukan langkah terobosan (inovasi) untuk berubah dan maju lebih berkembang. Kelima (Biaya) : dalam hal ini perlu kiranya Raudlatul Iman memiliki usaha mandiri yang memanfaatkan semua warganya plus membangun jaringan yang luas untuk penyediaan pembiayaan, di samping kekuatan alumni. Keenam (Akomodatif) : semua kegiatan hendaknya selalu beradaptasi dengan perkembangan dan siap menerima perubahan. Ketujuh (Tindak Lanjut) : semua program harus dikendalikan, diawasi, dikawal dan dievaluasi untuk kemudian diadakan perbaikan dan penyempurnaan.

Pilar SAHABAT merupakan pintu masuk menjadi Raudlatul Iman yang maju, bermartabat, unggul, dan berperadaban untuk kesejahteraan bersama, baik lahir maupun batin. Semuanya harus saling melengkapi untuk mewujudkan grand visi tersebut, antara brand dan 7 pilar yang mesti menjadi ruh dalam setiap kegiatan. Jika itu yang menjadi konsen bersama, maka Raudlatul Iman maju dan bermartabat dengan brandnya akan betul-betul menjadi kenyataan. Amin, insya Allah.

Raudlatul Iman, 25 Mei 2023

Bagikan ke :

Leave a Comment