Menyongsong Perubahan Menuju Indonesia Baru dan Maju

Kita saat ini menghadapi sebuah tantangan yang besar untuk menjadi negara maju dan besar. Negara maju tentu memiliki persyaratan yang harus dipenuhi. Menurut menteri UMKM Teten Masduki : “Salah satu prasyarat menjadi negara maju adalah entrepreneur-nya. Jadi bukan sekadar infrastruktur, pembangunan SDM tapi juga kita harus menyiapkan pengusaha-pengusaha yang unggul yang inovatif,”

Selain itu, negara maju selalu ditandai dengan pemerataan keadilan bagi semua, sedangkan keadilan berimplikasi pada keamanan dan kedamaian. Seperti ungkapan “No justice no peace” bahwa tidak ada keamanan tanpa adanya keadilan. Kita mengamati saat ini ketimpangan terjadi di mana-mana, sehingga persoalan keamanan menjadi ancaman bersama. Keadilan bukan hanya menyangkut dalam bidang ekonomi saja, tetapi berlaku dalam bidang yang lain, seperti hukum, politik, pendidikan dan lain-lain.

Bangsa Indonesia dengan sangat mudah tersulut emosinya, karena faktor tersebut. Dalam bidang hukum misalnya, ada persoalan mendasar yang sangat krusial antara rakyat biasa dengan kaum elit. Kemudian lahir istilah “hukum hanya tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas.” Dalam bidang politik juga demikian, politik sepertinya hanya mau dimonopoli oleh sekelompok orang (oligarki) atau fakta yang sedang terjadi saat ini adalah politik kekeluargaan (dinasti) dan politik jual beli kekuasaan (transaksional). Mereka yang punya wawasan dan visi besar tereleminasi oleh tembok oligarki dan tiang besi dinasti yang transaksional, karena dibatasi atau tidak punya akses dengan itu semua.

Terkait masalah pendidikan, masih ada gap yang besar antara pendidikan yang didukung kekuasaan dengan pendidikan yang hanya bermodal perjuangan. Kita sering mendengar, pendidikan hanya bisa diakses oleh mereka yang berduit dan memiliki jaringan kuat. Padahal negara harus hadir ikut serta meningkatkan kualitas pendidikan tanpa pandang plat : swasta atau negeri, kota atau desa, pemilik modal atau sekedar modal pas-pasan. Mereka juga warga Indonesia yang mesti mendapat perhatian sama dari negara untuk investasi masa depan. Sungguh kita dibuat terkesima dengan pernyataan viral capres nomor 1 “Wakanda No More Indonesia Forever” yang mempunyai maksud, Indonesia selalu (asli), tidak sama sekali dengan khayalan atau bualan yang mengasingkan penduduknya (wakanda). Atau bermakna bahwa di masa depan, tidak lagi ada ruang untuk mengacu kepada “Wakanda” (dalam konteks negatif), melainkan hanya “Indonesia”.

Selanjutnya negara hebat dapat dilihat dari ketersediaan lapangan pekerjaan yang mudah. Karena pekerjaan merupakan syarat penghasilan untuk meningkatkan kesejahteraan, baik keluarga maupun masyarakat secara umum. Fakta di lapangan, antara lulusan dengan ketersediaan lapangan pekerjaan tidak sebanding, sehingga di mana-mana kita saksikan berjubelnya pengangguran. Potensi dari lulusan pendidikan akhirnya tidak tersalurkan dengan baik, yang penting mereka bekerja menjadi PNS (Pencari Nafkah Serabutan).

Untuk itulah IDX Channel telah merangkum syarat menjadi negara maju, sebagai berikut (26/9/2023)

Syarat Menjadi Negara Maju

1. Terjaminnya Keamanan dan Kesehatan Masyarakat
Negara maju akan menjamin keamanan dan kesehatan masyarakatnya. Hal ini dikarenakan negara memberikan fasilitas kesehatan yang memadai, sehingga biaya pengobatan bisa dijangkau oleh masyarakat. Selain itu, negara menjamin keamanan warganya, termasuk para pelancong atau turis sekalipun.

2. Terjaminnya Hak Pendidikan
Pembiayaan pendidikan di negara tersebut dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Tingkat pendidikan yang baik akan menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan ahli di bidangnya. Tentunya masyarakat berpendidikan nanti akan memberikan kontribusi yang baik demi kemajuan negaranya.

3. Tingkat Ekspor yang Tinggi
Negara maju biasanya mempunyai komoditi ekspor yang lebih banyak daripada impor. Hal tersebut terjadi karena negara ini mampu untuk memproduksi produk. Hal ini dibarengi dengan kemajuan teknologi dan sumber daya yang memadai di negara tersebut. Maka, tidak heran negara maju bisa memproduksi produk sendiri, bahkan melakukan ekspor ke seluruh negara lainnya.

4. Rendahnya Angka Pengangguran
Syarat menjadi negara maju selanjutnya adalah angka atau tingkat penganggurannya kecil. Hal ini dikarenakan negara menyediakan lapangan pekerjaan yang begitu banyak. Negara berkembang dan negara terbelakang umumnya memiliki tingkat pengangguran yang besar. Kurangnya lapangan pekerjaan bisa menjadi salah satu penyebab kepadatan penduduk pada suatu wilayah.

5. Pendapatan per Kapita yang Tergolong Tinggi
Pendapatan per kapita yang tinggi akan berdampak pada tingkat kemakmuran masyarakatnya. Semakin tinggi pendapatan per kapita, maka semakin kecil tingkat kemiskinannya. Kebanyakan, pendapatan per kapita negara maju rata-rata lebih dari USD 10 ribu per tahun.

Menarik sekali fenomena yang diusung oleh capres-cawapres nomor urut 1 yakni perubahan sesuai qaidah fiqih yang cukup fenomenal di pesantren :

المحُاَفَظَةُ عَلَى القَدِيْمِ الصَالِحِ وَالأَخْذُ باِلجَدِيْدِ الأَصْلَحِ

“Menjaga tradisi terdahulu yang baik, serta mengambil hal baru yang lebih baik.”

Perubahan menurut versinya ada empat hal yaitu : apa yang harus dilanjutkan, dikoreksi, dihentikan, dan harus yang harus dilakukan. Ia pun berpandangan bahwa pemimpin di masa mendatang seharusnya memastikan tercapainya tujuan negara yang disusun oleh pendiri bangsa, yakni mewujudkan keadilan sosial.

Keterbukaan menerima kritik juga menjadi syarat mutlak negara maju, seperti statemen capres nomor urut 1 pada debat capres pertama Rabu (13/12/2023) “Bagi anak-anak muda, kita semua sadar ini pemilu masa depan. Anda pemilik masa depan. Saya yakin Anda pilih yang serius jadi presiden, bukan yang main-main jadi presiden,” dan beliau memungkasi dengan “Ketika bicara tentang masa depan, maka saya sampaikan kebebasan pendapat dijamin, kita tidak izinkan orang takut. Maka itu saya sampaikan, Wakanda no more, Indonesia forever (Tak ada lagi Wakanda. Indonesia selamanya),”

Muhammad Sahli
16 Desember 2023

Bagikan ke :

Leave a Comment