Media, Bahasa, dan Kekuasaan;

  Tinjauan Linguistik Fungsional Sistemik (LSF) M.A.K Halliday Di era postmodern, peran media tidak hanya sebagai akses penyampai informasi, tetapi juga media punya peran penting dalam mempengaruhi cara berpikir dan cara pandang masyarakat terhadap suatu fenomena tertentu. Melalui bahasa sebagai media penyampainya, media massa melalui

Satu Barokah Seribu Pengabdian

  “MEREKA yang tidak merasakan tidak akan paham, dan yang tidak mengalami tidak akan mengerti”, sebuah prinsip yang dipegang erat oleh salah seorang santri di sebuah pondok ternama di desanya. Sebagai seorang santri yang sudah lama mondok yaitu sekitar sepuluh tahun, ia sudah mengabdi sejak

Puisi Lailul Ilham

  Musabab Angin ; untuk yang menari(k)   siang itu, matahari memerah tanah mulai berdebu, lumut-lumut terapung di muka sungai angin bertiup kencang ke utara tepat ke arah aliran sungai bermuara lalu menyelinap ke halaman—ke rumah mursyid di lembah manai angin dan debu berputar menjadi

Puisi Mat Toyu

  e Labbuwan Kesong   e Labbuwan Kesong mekol juko’ song-tarosong   reng-oreng ondhur dhateng sampan mole kosong ranyeng kowagga messin atharat sakarat: ora’-ora’ mellar   e Labbuwan Kesong reng-oreng agarungngong parjalanan ta’ ontong, buttong pangara mekola pangara ngusonga sajja dhari sampan-sampan bajra   bannya’

Perubahan Sosial Masyarakat Islam; Studi Islam Postkolonial

  Studi postkolonial (sering juga disebut dengan istilah “posko” atau “pascakolonial”) merupakan studi yang relatif masih baru dalam perkembangan ilmu sosial (Martono, 2011). Pandangan tersebut bagi sebagian kalangan mungkin terlihat baru, namun dalam sejarah perkembangan ilmu pengetahuan, utamanya ilmu-ilmu sosial, kajian postkolonial merupakan kajian keilmuan